Kamis, 13 Agustus 2009


Berdamai dengan Ketakutan & Ketidakpastian
 
Di kota-kota besar banyak orang hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian. Wabah flu burung, misalnya telah memicu ketakutan banyak orang. Saking takutnya kini banyak orang menghentikan mengonsumsi ayam dan telur, bahkan tak berani melewati kandang ayam/burung yang kosong. Mereka menjadi paranoid yang serba takut untuk melangkah.
Rasa ketakutan dan ketidakpastian juga melanda jika Anda menderita penyakit berat, seperti kanker. Meskipun masih dalam  stadium 1 misalnya, Anda sudah merasa ajal semakin dekat... Sayang sekali, rasa ketakutan  yang berlebihan itu sebenarnya malah akan memperberat penyakit Anda. Berikut sejumlah tip untuk menolong Anda memandang ketakutan, kesedihan dalam keadaan penuh ketidakpastian ini secara lebih positif:



 1. Daripada Anda memelihara rasa khawatir atau ketakutan berlebihan, lebih baik Anda mencari informasi yang akurat sebanyak mungkin mengenai apa yang menjadi perhatian Anda. Hindari "meningkatkan" imajinasi  bila Anda tak tahu fakta sesungguhnya. Misalnya, mengenai isu flu burung, daripada Anda menghentikan segala macam konsumsi makanan yang berkaitan dengan unggas, mengapa Anda tak mencari tahu mengenai cara memilih unggas yang sehat dan cara memasaknya supaya tidak terkena virus. Bagaimanapun, unggas sumber protein penting.
2. Tingkatkan hormon endorphin dan serotonin di otak. Hormon bisa menciptakan rasa nyaman. Caranya mudah, misalnya membiasakan berjalan kaki mengelilingi area perumahan dan melakukan kegiatan yang Anda sukai.
3. Cukup beristirahat! Dengarkan tubuh Anda. Ketika tengah berada di bawah stres, Anda memerlukan istirahat dan tidur cukup. Bukan hanya cukup dalam kuantitas, tetapi juga kualitas. Jadi, ciptakan saat istirahat yang menyenangkan. Misalnya, memakai seprai berbahan nyaman dan menggunakan minyak arometerapi yang menenangkan.
 4. Konsumsi makanan bergizi dan minum air putih yang cukup. Ingat, ketakutan dan kekhawairan itu menguras energi Anda. Bisa jadi selera makan Anda menurun. Kurangi penggunaan gula berlebihan, alkohol dan kopi. Ketiganya dapat menambah tingkat stres.
 5. Bukalah komunikasi intens dengan teman-teman Anda. Curhat atau sekadar berbagi cerita bisa membantu mengurangi rasa cemas. Teman-teman Anda selama ini ingin mendengar dan menolong Anda, tapi mungkin mereka tak mengetahui Anda butuh pertolongan mereka.  Jadi, telepon teman Anda HARI INI! Buat janji untuk mampir, atau bertemu di luar agar Anda bisa berbincang-bincang.

. Bacalah tulisan  yang membuat diri Anda merasa nyaman. Misalnya, saat flu burung melanda, Anda jangan sibuk membaca berita betapa korban berjatuhan, tetapi bacalah juga cara-cara supaya terhindar dari flu ini. Atau, jika Anda mengidap penyakit berat, cobalah  cari di internet mengenai terobosan atasi penyakit Anda.
 7. Peluklah orang yang Anda sayangi sejak hari ini, dan beritahu dia, betapa Anda mencintainya.
8. Jadwalkan dalam buku agenda Anda kegiatan menyenangkan untuk diri sendiri, paling tidak sekali dalam sehari. Makan siang bersama teman, melakukan massage, berolahraga, atau mendengar musik, misalnya.
9. Ketika Anda divonis menderita kanker misalnya, bisa jadi Anda jadi ingin berada sendirian. Menyepilah, asalkan jangan sampai 'masuk' ke dalamnya. Terlalu lama menyepi sendiri, malah akan membuat Anda merasa putus asa.
10. Berikan kesempatan pada anak-anak, orang tua dan sahabat menyampaikan perasaan mereka, yang juga mungkin mirip seperti yang Anda rasakan. Kesamaan perasaan bisa menjadi hal yang meringankan pikiran Anda, mengetahui bahwa Anda tidak sendiri mengalaminya...
11. Cobalah bersandar pada kenyataan yang sekarang berlangsung: Kesadaran merupakan prinsip pertama dalam meditasi guna melakukan penyembuhan melalui  relaksasi. Jadi, cobalah sesering mungkin melupakan semua peristiwa yang sudah berlalu dan hindari membayangkan peristiwa negatif yang akan datang. Tak ada gunanya memikirkan masa lalu karena hanya mendatangkan penyesalan dan kesedihan, juga tak ada gunanya memikirkan masa depan karena akan membuat Anda cemas. Berpikirlah hanya untuk sekarang.

0 comments:

Poskan Komentar