Kamis, 02 Februari 2012


7 'Jangan' Ketika Melamar Kerja

Pernah mendapat jawaban berbunyi, "Sayang sekali untuk saat ini kami belum bisa menawarkan posisi tersebut kepada Anda, tapi surat lamaran Anda telah kami simpan di file kami. Kami akan menghubungi Anda lagi begitu ada lowongan"?
Sebenarnya, apa, sih, yang salah dengan lamaran dan CV Anda? Inilah beberapa kemungkinannya: 

1. CV Terlalu Panjang
Siapa juga yang punya waktu membaca resume sepanjang delapan halaman? Panjang sebuah resume seharusnya satu sampai dua halaman saja. 


2. Terlalu Umum
Tuliskan posisi yang diinginkan dengan spesifik, jangan hanya menulis, "Saya ingin melamar untuk posisi apa saja." Jauh lebih baik kalau Anda menyampaikan maksud secara lebih jelas, mau di posisi A, B, atau C. 

3. Serampangan
Ingat, Anda berhadapan dengan orang yang mencari-cari kesalahan. Selalu gunakan kertas yang bersih, pilih jenis huruf yang formal (misalnya Arial), dan gunakan selalu tinta hitam. 

4. Sok Canggih
Bila mengirim lamaran melalui e-mail, cek dulu apakah attachment Anda (berupa resume) bisa dibuka. Caranya, kirim dulu kepada teman, dan tanyakan hasilnya. 

5. Kurang Teliti Menulis Nama
Jangan langsung berasumsi bahwa nama tujuan Anda itu seorang pria atau seorang wanita. Agar lebih pasti, telepon resepsionis atau sekretaris kantor tersebut untuk mengecek jenis kelamin dan nama lengkap yang bersangkutan. 

6. Alamat E-mail yang Aneh-aneh
Bila Anda memiliki alamat e-mail yang telanjur aneh atau childish, gantilah ketika menulis surat lamaran. Anda takkan dianggap cukup dewasa dan profesional bila punya alamat e-mail teletubbies@indosat.net.id atau sicantikseksi@cbn.net.id. 

7. Kalimat atau Lagu aneh di Mesin Penjawab atau Mailbox
Ganti lagu di mesin penjawab telepon atau kalimat pengantar di mailbox ponsel bila sedang menunggu jawaban lamaran. 'Kata sambutan' yang terlalu aneh bisa-bisa bikin kesempatan lenyap, deh!

0 comments:

Poskan Komentar