Senin, 11 Januari 2016

 
LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Universitas Malikussaleh (Unimal) bekerjasama dengan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Aceh Utara mengembangkan varietas padi 3S Institute Pertanian Bogor (IPB) di Desa Pulo U, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Rektor Unimal Prof Dr Apridar menyebutkan, pada tahap awal ini, BPP, IPB, dan Unimal sepakat melakukan pengembangan bibit 3S milik IPB di lahan seluas 14 hektar di Kecamatan Sawang.

“Kerjasama ini sebagai wujud tekad kita bersama untuk memperbanyak bibit padi berkualitas baik di Aceh. Bukan hanya bibit, termasuk pola tanam kita yang perlu dibenahi misalnya menggunakan sistem SRI (system of rice intensification) yang bermanfaat untuk rakyat,” sebut Prof Apridar, Minggu (10/1/2016).

Pola tanam itu terus dikembangkan sehingga hasil padi semakin maksimal. Program ini, sambung Prof Apridar dalam jangka panjang guna mendukung program ketahanan pangan yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo dua tahun mendatang.

“Perubahan pola tanam, bibit yang baik akan membantu untuk mencapai target swasembada pangan nasional 2017 mendatang,” terang Prof Apridar.

Selain itu, sambung Prof Apridar, pihaknya bekerjasama dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) untuk mendongkrak produksi padi rakyat.

“Kita ingin, selama ini hasil panen padi itu hanya sekitar lima ton per hektare, ke depan bisa meningkat tujuh atau delapan ton per hektar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPP Aceh Utara Syafruddin mengatakan,  pihaknya terus bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan produksi padi di Aceh Utara.

“Mahasiswa dan lulusan Fakultas Pertanian Unimal kita ajak untuk sama-sama mendongkrak hasil panen petani,” pungkasnya.
Penulis : Kontributor Lhokseumawe, Masriadi
Editor : Erlangga Djumena
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 comments:

Poskan Komentar