Minggu, 31 Juli 2011

Cerita di Kuburan

Ketika itu, 5 orang mahasiswi sedang iseng menjelajahi kampus di siang hari, sekitar pukul 12an. Mereka kemudian menemukan gang kecil di dekat asrama putri, tepatnya di samping tempat pembuangan sampah. Mereka menelusuri jalan setapak disitu, ternyata jalanan itu cukup panjang juga. Lama mereka menelusurinya, dan akhirnya jalan itu berujung pada kuburan.

Sampai di kuburan, ada dua orang yang menjaga. Sepasang suami istri yang sudah renta, yah bisa dibilang nenek-kakek. Mahasiswi2 itu pun menyapa pasangan itu. Ternyata pasangan suami istri itu adalah kuncen. Pasangan suami istri itu menjelaskan asal muasal kuburan tersebu, bahkan sejarah yang belum diketahui oleh orang-orang situ. Pertama-tama saat mereka mengobrol, pasangan itu terlihat biasa-biasa saja. Tapi lama kelamaan kok makin aneh.

Si kakek kemudian mengambil sebuah tongkat dan menghentak-hentakkannya ke bumi. Kelakuan yang aneh, belum lagi, dia mengumandangkan adzan, seperti adzan maghrib yang biasa kita dengar di televisi. Mahasiswi2 itu menjadi takut. Mereka menyadari keanehan si kakek. Apalagi si nenek, yang entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja menghilang. Para mahasiswi itu langsung mengambil langkah seribu, tapi ternyata, beberapa meter kemudian, si nenek menghadang mereka!!! Ya amplop!!

Mereka menerobos si nenek, sementara si kakek menjerit-jerit di belakang mereka dan berkata, "Hey!!! Kalau kalian tiba di tempat tujuan kalian nanti, jangan lupa berdoa!! Kalau tidak, saya akan mengikuti kalian!!"

Ya sudah pasti!! Saya pun kalau bertemu hal-hal yang begini pasti langsung berdoa satu minggu penuh sampai njedug njedug >.



tambah lagi cuyyy...

Menguak Asrama B IPB



Seorang mahasiswa angkatan 47 bertanya " kok dari asrama A langsung ke asrama C, mana asrama B-nya ?"

sambil garuk-garuk kepala, yang didepannya bilang " iya ya... aneh ?%47*#@. temannya satu lagi yang lagi sibuk mencet-mencet keyboard hape berkoar " owh kalian belum tau ya ....." serentak yang lagi pada kebingungan jadi tambah penasaran seakan-akan orang yang di depannya tahu segalanya.

"banyak versi juga sih," lanjutnya. " Soooo..." hampir serentak.

" Iya.. saking bingungnya aku sendiri gak tau apa -apa tentang asrama B itu ".....

plak....plek....plok.. timpukan yang memuaskan diterimanya secara bertubi-tubi.....

__________________________________________________________________________________

Pertanyaan tentang asrama B di IPB itu bukan hanya satu atau dua orang yang menanyakan, namun banyak dan mungkin semuanya masih penasaran akan hal itu. berita pertama yang saya dengar, asrama itu berada di sebelahnya asrama putri khususnya A1. asrama itu sudah terbakar beberapa tahun silam ada yang bilang setelah ditempati dan ada yang bilang juga sebelum ditempati. ada yang bilang juga karena asrama B terlalu dekat dengan asrama putri sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. cerita lain datang dari penganut ilmu kegaiban, asrama itu berdiri di atas kuburan keramat sehingga yang empunya tidak rido akan hal itu atau mungkin dengan kata lain gentayangan kali yaaa. Piss

sebagai orang yang menurut ramalan seorang kristiani tidak boleh bersentuhan dengan hal-hal yang mistik karena katanya jiwa saya rentan terhadap makhluk halus, dengan pelan tapi pasti saya menjawab itu sebagai tantangan. dari pada takut sama makhluk halus lebih baik takut sama Dzat yang maha halus, Allah..

dengan tekad yang kuat (walaupun sedikit takut) aku mengajak ketiga temanku yang lain, ismanda, hasan, dan agung untuk mendatangi asrama B itu yang katanya berada di dekat A1. jalannya melewati perkebunan salak yang terlihat jalan lurus penuh lumut. setelah sampai di tepi pandangan dari jalan raya, ternyata terdapat hamparan pemakaman yang sudah sangat tua tapi agak terawat (sebagian). subhanallah

pikiranku jadi agak melenceng kemana-mana. dengan berlaga seperti tidak takut, aku ajak teman yang lain untuk menjelajahi pemakaman itu dan membaca biodata mereka (yang sudah mati),. setelah agak puas walaupun belum tau kepastian sejarahnya kami meninggalkan area yang lumayan luas itu. dan ternyata bukan saya sendiri yang ketakutan, ternyata agung juga ketakutan dan selalu mau berjalan di baris paling depan....

2 comments: