Sabtu, 30 Juni 2012

Meriahnya OMDA di IPB

            Setelah sibuk dengan tugas MPD dan MPF, akhirnya bisa nongol lagi nihh. Langsung aja yaa ..sebenarnya ini tulisan sudah terpikirkan dari sejak mahasiswa baru datang ke IPB. Bersama Omda-omda di IPB yang sangat seru dan meriah menyambut angkatan baru yaitu angkatan 49 dan juga tak kalah hebohnya dari Panitia OH (open house) , akhirnya semua penyambutan dan pelayanan berjalan dengan sesuai rencana. Semua gambar dalam tulisan ini di ambil sekitar pukul 08.00 -09.00 pagi, Jadi sebagian omda belum datang. Mohon dimaklumkan.


               Masing-masing Omda mempunyai ciri
khas dalam menyambut maba 49. Bandung terlihat dengan pakaian hitammnya dan iyel-iyelnya. Dapat kita lihat dari pakaian dan spanduknya,  mereka semangat dan kompak dalam penyambutan ini.


          Dari lampung dengan baju merahnya yang ngejreng, dan mahkota khas adat lampung juga ikut meriahkan penyambutan kali ini. Tak kalah dengan omda lainnya mereka penuh keceriaan dan juga senyuman yang tulus saat menyambut yang lainnya. Foto ini sebagian dari anggota omda lampung , sisanya ada di balik si pemotret. Jadi mohon maaf bagi yang belum ke foto yaa...:)



           Garut, dengan spanduknya yang besar di antara omda yang lainya dan juga baju batik yang seragam, membuat omda Garut terlihat semangat berkobar-kobar dan tak kenal lelah. Garut  juga memiliki anggota yang banyak, mereka ada di sisi lain, jadi belum sempat mengambil gambar mereka.

          
  Nah....ini dari  Ikatan siantar. Tak mau kalah meriah dari omda yang lain, omda ini penuh dengan marka-marka yang cantik yang dihiasi tulisan berwarna warni.  Sepanjang jalan menuju CCR , omda ini siap menyambut maba dengan semangat, kekompakkan mereka juga tak kalah dengan omda yang lainnya.


 Segitu saja cerita saat penyambutan maba IPB, karena keterbatasan penulis, jadi belum bisa menampilkan omda yang lainnya.
Satu yang dapat di petik dari kejadiian ini adalah bahwa setiap daerah yang mempunyai perbedaan tetap satu dalam IPB. Perbedaan itu bukan menjadi penghalang untuk bersatu, tapi menjadi motivasi tersendiri untuk memajukan IPB terutama Bangsa Indonesia dan menyatukan semua suku di Indonesia.

Sekian.
Sifaldi Lafery, 30 juni 2012


     

0 comments:

Poskan Komentar