Jumat, 27 Juli 2012

Ada Apa dengan Gorengan (Part II)??

Saya juga termasuk penikmat gorengan, terutama tempe goreng, nikmat sekali jika dijadikan teman santap sambil menyeruput kopi hangat. Tapi sejak tubuh saya mulai menggembung dan kuliah di teknologi pangan, saya sedikit demi sedikit mulai mengurangi, tidak bisa benar-benar menghindar. Dari segi medis, gorengan termasuk junk food, makanan sampah. Lah, kok bisa? Yuk kita bahas.

Pertama, karsinogenik. WHO merilis dalam situsnya bahwa makanan yang mengandung karbohidrat tinggi jika dipanaskan atau dimasak pada suhu tinggi (suhu menggoreng berkisar 180 0C) akan membentuk akrilamida, senyawa yang bisa menyebabkan kanker dalam tubuh. Selain akrilamida, menggoreng bisa menyebabkan terbentuknya asam lemak bebas trans, yang juga bisa menyebabkan kanker.
Penggunanaan minyak goreng yang berkali-kali menyebabkan terbentuknya senyawa peroksida yang juga menyebabkan kanker dalam tubuh. Akrilamida, asam lemak bebas trans, dan peroksida adalah radikal bebas, senyawa yang kekurangan satu elektron, sehingga untuk menjadi stabil, ia akan mengambil elektron dari sel tubuh kita. Sel yang diserang tadi akan rusak dan terbentuklah kanker.
Untuk mencegah terjadinya kanker dalam tubuh, maka anda harus mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan. Keberadaan antioksidan dalam tubuh akan menjadi tameng, sehingga radikal bebas akan menyerang elektron antioksidan tadi, bukan sel anda.
Kedua, bahaya yang ditimbulkan dari kemasan kertas yang digunakan. Kertas yang digunakan biasanya adalah kertas bekas yang ada tulisannya. Gorengan yang diletakkan disana akan menyebabkan sebagian kecil timbal dari tinta tulisan itu larut dan termakan oleh anda. Keberadaan timbal dalam tubuh akan menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.
Ketiga, pedagang nakal yang suka memasukkan plastik ke dalam minyak panas, alasannya agar gorengan yang mereka jual tetap renyah dalam jangka waktu yang lebih lama. Tentu yang menjadi korban adalah kita sebagai konsumen. Efeknya akan membuat kita yang mengkonsumsinya menjadi berpeluang besar menderita kanker suatu saat.
Keempat, anda silakan bayangkan bagaimana kondisi gorengan di pinggir jalan, apakah aman? Sepertinya tidak, bagaimana mungkin gorengan itu aman jika terpapar oleh polusi jalanan yang menggila. Debu dan asap kendaraan pasti banyak yang menempel di gorengan. Lalu kita memakannya, ah, tunggu saja akibatnya nanti.
Keempat bahaya ini hanya sebagian kecil saja, masih ada lagi yang lain, seperti radang tenggorokan, kegemukan, dan sebagainya. Keempat bahaya di atas adalah bahaya yang ditimbulkan dalam jangka panjang. Anda makan gorengan sekarang, setiap hari selama sebulan, bulan depan jelas belum akan ada kanker yang timbul, makanya konsumen gorengan tidak sadar bahaya ini, mereka tetap saja menikmati.
Ah, sebanyak apapun bahaya yang dipaparkan, tetap saja gorengan adalah makanan yang nikmat.

 

0 comments:

Poskan Komentar