Selasa, 17 September 2013


Apa Karya Sarjana Pertanian Kita?


1379406023271296051




















 Bisakah hasil seperti ini dipertahankan?
Siapa pun tahu bahwa negeri kita tanahnya subur. Sebagai negara agraris, seharusnya kebutuhan hidup masyarakatnya harus tercukupi. Bukan hanya slogan kosong yang diucapkan orangtua kita bahwa negeri ini dulu pernah disebut ‘gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharjo’ atau subur makmur dan damai sejahtera masyarakatnya.
13794061451853616231
1379406102599470693
Akankah lumbung-lumbung padi ini jadi kenangan saja? 

13794063911352041899
13794062692126540364 
Dibiarkan terbengkalai karena harga yang terlalu murah.
Kenyataan, sejak jaman penjajahan Belanda hingga 68 tahun setelah kemerdekaan, kekurangan bahan salah satu kebutuhan pokok sering terjadi silih berganti. Mulai dari BBM, minyak goreng, minyak tanah, beras, kedelai, bawang merah, bawang putih, dan beras bukanlah hal yang aneh! Bahkan garam pun harus mengimpor!
Saat musim panen tiba, maka semua melimpah ruah dan harga pun sering jatuh yang membuat petani tersungkur dan sulit mengembalikan modal. Bahkan sekedar membayar ongkos panen pun tak bisa. Sehingga tanaman sering dibiarkan membusuk di ladang atau sawah. Sebagai contoh petani bawang merah di Brebes, petani pisang di Malang, atau petani kobis di Magetan dan Malang.
1379406461572593226
Kurangnya penyuluhan dari dinas terkait atau pemerintah daerah seperti pada masa 1970 – 1990an juga menjadi salah satu akibat merosotnya produksi pertanian. Beralihnya petani menanam tanaman keras tanpa perawatan dengan beaya produksi minim, seperti menanam sengon, menjadi pilihan petani untuk menghindari kerugian.
Namun pada saat kemarau datang walau baru dua bulan tidak turun hujan, maka paceklik pun mendera. Harga melambung tinggi, tetapi petani tak dapat menikmati hasil. Mendatangkan dari negeri manca harus dilakukan. Maka para importir yang merasakan kenikmatan.
Akankah merosotnya hasil pertanian negeri agraris ini hanya menjadi wacana perdebatan tanpa ujung di media massa tanpa pemecahan yang berdaya guna? Dimanakah dan apa karya para sarjana pertanian kita lulusan IPB dan perguruan tinggi lainnya?
Wajah hasil pertanian dan kemiskinan petani.
13794065261006906596Siapakah yang peduli dengan wajah kemiskinan petani kita? 
 
 
 
sumber :http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/09/17/apa-karya-sarjana-pertanian-kita-592666.html

0 comments:

Poskan Komentar