Senin, 13 Juni 2011


ANALISIS INTERAKSI DAN PROSES SOSIAL
Struktur Interaksi Kelompok Elit dalam Pembangunan
Penelitian di Tiga Desa Santri
(Sunyoto Usman)
ANALISIS JARINGAN DAN SRUKTUR SOSIAL
Tolong Bantu Perbaiki Pertanian Kami
(Muhammad Syaifullah)
IKHTISAR 1
Di tiga desa santri terdapat kaum elit dari kalangan masyarakat sendiri karena dianggap paling berpengaruh dalam proyek pembangunan desa. Kaum elit tersebut terdiri dari pamong desa,kelompok petani kaya,dan pemuka agama. Awalnya peneliti menganggap pemuka agama adalah kaum elit yang paling berperan dalam menjembatani hubungan pemerintah dengan kepentingan masyarak
at. Namun setelah mengamati peran elit dalam desa santri, Ia menyimpulkan pamong desa-lah yang paling berperan dalam pembangunan desa santri karena pamong desa lebih banyak mengetahui keputusan apa yang dibuat untuk masyarakat setempat dan lebih intensif berhubungan dengan pemerintah.

ANALISIS 1
Kekuatan Sosial
Dalam struktur sosial, elit dalam hal ini pamong desa, petani kaya, dan pemuka agama menempati posisi penting yang mampu mengendalikan aktivitas perekonomian dan sangat dominan mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Asosiatif
Kerja sama atas dasar:
1. Kepentingan umum yaitu pamong desa bersama petani kaya menjalankan proyek pembangunan desa.
2. Motivasi altruistik yaitu puka agama memberikan ceramah kepada warga desa santri sebagai semangat ibadah demi kemanusiaan.
Akomodasi
Toleransi: saling menghormati antar warga dalam masyarakat desa santri.
Struktur Sosial
1.Simpul:digambarkan oleh klik-klik yang terdiri dari
(a)The liaison(b)The bridge(c)The isolated
2. Ikatan
(a)Indirect links(b)contactees(c)interlocking network
Analisis Jaringan Sosial Melalui Aspek
a)      Keragaman tipe: pamong desa memiliki frekuensi interaksi lebih tinggi dibanding petani kaya dan pemuka agama
b)      Keragaman bentuk ikatan menurut kekuatannya: pamong desa (kuat),pemuka agama(lemah).
c)      Keragaman jaringan menurut ukurannya: dari ketiga desa santri yang memiliki jaringan terluas adalah pamong desa.
Pengorganisasian Sosial
a)      Organisasi Formal : LMD,LKMD,dan pemerintahan desa.
b)      Komunitas :petani
c)      Masyarakat : semua komponen yang terdapat dalam desa santri.
Struktur Sosial
STATUS
PERAN
HUBUNGAN INTERPERSONAL
INSTITUSI SOSIAL
Pamong desa
Menjembatani kemauan pemerintah dengan kepentingan masyarakat
Kerja sama dengan pemerintah dan kelompok petani
a)Pemerintahan desa
b)LKMD
c)LMD
Petani kaya
Melaksanakan kegiatan pertanian untuk pembangunan desa
Kerja sama dengan pamong desa dalam menjalankan kebijakan pemerintah
Komunitas petani kaya
Pemuka agama
Memberikan pengajian
Menjalin hubungan yang harmonis sesuai ajaran agama dengan masayrakat dalam hal ibadah
Pondok pesantren

IKHTISAR 2
Taman Nasional (TN) Kutai seharusnya menjadi tempat bagi vegetasi hutan namun belakangan TN Kutai dirambah oleh sejumlah pihak baik dari penduduk setempat maupun oleh pihak luar yang bekerja sama dengan penduduk setempat. Kesulitan ekonomi membuat penduduk membuka hutan sehingga jagawana sering memergoki. Anehnya penduduk malah menghadang dan mengancam mereka sampai kini konflik yang terjadi masih dalam tahap konsiliasii atau mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan dan mengupayakan kesepahaman antara keduanya. Upaya konsiliasi ini dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Taman Kutai wilayah Tanjung Pinang.

ANALISIS 2
Interaksi yang terjadi adalah antar kelompok manusia, yaitu antar kelompok jagawana dengan masyarakat TN Kutai dan antar kelompok dengan individu, yaitu warga  dengan pengusaha diluar kawasan TN Kutai yang berkepentingan merambah hasil hutan.
Bentuk Interaksi Sosial
1 . Asosiatif
            Akomodasi yaitu konsiliasi:antar pihak yang berkonflik saling dipertemukan dalam hal ini jagawana dengan beberapa tokoh masyarakat Kondolo. Untuk menyelesaikan pertentangan yang terjadi diadakan dialog terbuka yang dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Ade Suharso.

2. Disasosiatif
            Telah terjadi konflik antara jagawana dengan masyarakat Teluk Pandan karena masyarakt Teluk Pandan menilai kehadiran jagawana akan mematikan aktifitas ekonomi mereka yang selama ini memanfaatkan hutan secara ilegal bahkan diancammobil jagawana akan dibakar. Setiap kali ada sekelompok institusi sosial maupun organisasi sosial yang akan melakukan upaya penghijauan selalu dihadang oleh warga setempat.
Pengorganisasian Sosial
a)      Organisasi Formal: Pihak  Konservasi TN Kutai Pemerintahan desa dalam lingkup TN Kutai.
b)      Komunitas perambah hutan termasuk pemberi modal untuk membuka usaha dengan merambah hutan.
c)      Masyarakat desa dalam lingkungan TN Kutai.


Struktur Sosial

STATUS
PERAN
HUBUNGAN INTERPERSONAL
jagawana
Menjaga hutan dari para perambah hutan
Menciptakan konflik dengan warga
Perambah hutan
a)masyarakat desa
b)pemodal
a)menghubungkan jaringan bisnis merambah hutan dengan kalangan pemodal.
b)menyediakan modal
Kerja sama memanfaatkan hutan secara ilegal demi kepentingan ekonomi



0 comments:

Poskan Komentar