Senin, 13 Juni 2011


ANALISIS RAGAM KEBUDAYAAN
Bacaan I

OMPU MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK

UNSUR
Wujud
Idiil
Aktivitas
Fisik
1. Bahasa
Kaidah berbahasa.
Suka berbicara ceplas-ceplos dan keras.
memanggil Daniel Napitulu dengan sebutan Ompu Monang.
2. Sistem Teknologi
Modernisasi masyarakat.
Cara pembuatan kain ulos dengan menggunakan mesin.
Mesin pembuat kain ulos.
3. Sistem Ekonomi
Adat Batak Toba yang negatif.
Pemborosan uang saat acara pernikahan dan pembuatan makam
Kain ulos dan makam keluarga.
4. Organisasi Sosial
Hubungan kekerabatan sub-etnis yang erat dalam budaya Batak Toba sehingga terhimpun dalam satu organisasi.
Mengajak masyarakat Batak Toba untuk mengusir perusahaan yang merusak lingkungan Bona Pasogit.
Organisasi Parbato atau Pertungkoan Batak Toba.
5.   Sistem Pengetahuan
Orang Batak merasa memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan anaknya.
Menyekolahkan anak-anak mereka.
Orang Batak Toba tidak ada yang banyak di Indonesia dan Orang Batak yang berprofesi sebagai dokter relatif banyak.
6. Kesenian
Kekerabatan
Acara perkawinan Batak Toba yang memberikan mempelai kain ulos.
Pengulosan.
7. Sistem Religi




a.                   Integritas kebudayaan : Seminar dan usaha-usaha yang dilakukan
oleh Parbato untuk mengatasi penyelewengan adat dan mengembalikan kebudayaan Batak yang asli.
b.                  Diversitas kebudayaan : Ciri khas orang Batak yang selalu berbicara ceplas-ceplos dan berwatak keras.



Bacaan II

KEHIDUPAN SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI INVENTARISASI SEBUAH PROSES KEMISKINAN

UNSUR
WUJUD
Idiil
Aktivitas
Fisik
1. Bahasa
Kaidah Berbahasa
Cara berbicara yang sarat dengan kata-kata yang bernada tinggi
Pantun dan cerita-cerita historis
2. Sistem Teknologi
Teknologi modern
Menggunakan barang dari kota
Radio, kaset, jam tangan, sepatu, mesin jahit.
3. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi yang mengadaptasi sistem masyarakat kota
·         Berladang dan Bertani
·         Praktik ijon dan jual beli dengan tengkulak
·         Barter
Uang, pasar, perahu dagang, warung dagang dan kebutuhan harian.
4. Organisasi Sosial
Masyarakat
Mengunci hutan untuk daerah perdagangan
Lembaga sosial desa penguasa hutan
5.  Sistem Pengetahuan
Pendidikan
Pendidikan  formal dan pendidikan informal yang mengajarkan tentang kesenian.
Sekolah formal pemerintah.
6.Kesenian
Melestarikan kesenian
Masyarakat sudah meninggalkan Lamin karena sudah mempunyai rumah sendiri
Musik tradisional dan Lamin
7. Sistem Religi
Kepercayaan tehadap nenek moyang dan misionaris Belanda yang membawa agama kristiani
Memuja roh nenek moyang dan sebagian orang Dayak ada yang berpindah agama.
Upacara dan tempat ibadah

a.                   Integrasi kebudayaan         :Pendatang baru yang dapat menguasai arus perekonomian suku Dayak.
b.                  Diversitas kebudayaan      :Sebagian masyarakat suku Dayak yang tetap mempertahankan kepercayaannya dan tidak bersedia berpindah agama.

0 comments:

Poskan Komentar