Jumat, 11 Mei 2012

#By Fits Radjah#Invisible Group Petani perempuan, keberadaannya sering diperlakukan sebagai invisible group (kelompok profesi yang tidak nyata), walaupun jumlah mereka sangatlah besar, mencapai >50% penduduk suatu desa. Sebenarnya petani perempuan, entah itu sebagai petani pemilik, petani penggarap, maupun buruh tani, berperan besar pada setiap tahap dalam satu siklus usahatani (persiapan - pasca panen). Mayoritas pendidikan formal mereka adalah hanya sampai pendidikan dasar (lulus/tidak lulus SD). Acap kali mereka terabaikan (tidak diundang dan tidak diliba
tkan) ketika ada  penyuluhan pertanian atau pelatihan (salah satu bentuk pendidikan non-formal bagi petani).

 Namun, di Desa Peniwen, gambaran di atas telah menjadi cerita usang. Disini, sejak sekitar tahun 2000 para petani perempuan berkumpul dalam Serikat Petani Perempuan “Harapan Pertiwi” (SPPHP). Serikat ini sendiri terdiri dari beberapa Kelompok Tani Perempuan (satu kelompok / setiap dusun), dan Melalui pendidikan non formal yang mereka sebut dengan “Sekolah Lapang”, kini mereka bahkan dikenal sebagai produsen Beras Organik yang pasarnya sudah lintas propinsi. Adapun Sekolah lapang tersebut difasilitasi oleh sebuah L-NGO yang didukung oleh I-NGO.

 Di Sekolah Lapang ini banyak hal yang mereka pelajari, antara lain: Pertanian Berkelanjutan; Bertani Organik, Pasca Panen, Perdagangan Yang Adil, Manajemen Usahatani, Kesehatan Reproduksi, Jender, berorganisasi yang sehat, dll. Selain itu, merekapun menjadi sumber belajar bagi petani dari daerah lain dan juga mahasiswa. Sudah tidak terhitung jumlah mahasiswa S1 dan S2 dari PTN/PTS di Malang dan Surabaya yang melakukan penelitian tentang mereka.

Desa Peniwen Desa Peniwen sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang; adalah sebuah desa yang terletak di lereng sisi Barat Gunung Kawi: sekitar 35 Km ke arah Selatan dari pusat kota Kotamadya Malang, atau sekitar 15 Km dari Kepanjen, ibukota Kabupaten Malang. Desa ini adalah salah satu pusat produksi Beras dan Kopi bagi Kabupaten Malang, karena daerah ini memang bertanah subur.

 Dan di desa ini, kini, Petani perempuan sudah menjadi Visible Group, eksistensinya sudah diperhitungkan, baik di tingkat desa maupun kecamatan. Mereka mempelopori pertanian berkelanjutan melalui bertani padi organik. “Lulusan” Sekolah Lapangnya bahkan banyak yang telah beranjak ke ranah publik, antara lain dengan menjadi anggota BPD, dll.

 Petani Perempuan Desa Peniwen mungkin terlalu “jauh” dari seremonial Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setipa tanggal 5 Juni. Namun, yang telah mereka praktekan melalui usahatani padi organik adalah, (disadari atau tidak), mereka telah berperan serta menyelamatkan bumi kita ini. Merekalah sebenarnya salah sekian pahlawan-pahlawan lingkungan yang nyata.[FCR/040610]

0 comments:

Poskan Komentar