Minggu, 01 Januari 2012

TOLONG BANTU PERBAIKI PERTANIAN KAMI

Muhammad Syaifullah



Saat ini sering sekali terdengar kasus penebangan hutan secara liar, salah satu contohnya yaitu di hutan Taman Nasional Kutai Wilayah Tanjung Limau. Disana seda
ng mengadakan pertemuan antara beberapa jagawana yang dipimpin Ade Suharso, Kepala Seksi Konservasi TN Kutai Wilayah Tanjung Limau dengan beberapa tokoh masyarakat di Kondolo yang di ikuti kompas.
            Umumnya masyarakat di sini, bukan pencari kayu untuk dijual tetapi untuk bikin kayu arang. Pekerjaan membuat kayu arang ini dilakukan, karena warga daerah ini sudah tidak bisa bersawah lagi karena dalam dua tahun terakhir dilanda kekeringan dan diserang hama tikus. “Kami minta agar ada penyuluh pertanian membantu mengatasi keadaan ini agar kami kembali ke sawah,” tuturnya. Hal senada juga diungkapkan Andi Mappotolo, tokoh masyarakat Kandolo. Ia mengatakan, petugas hendaknya tidak melarang warga yang memang benar-benar hanya mencari kayu untuk bikin kayu arang. Sebab, pekerjaan inilah satu-satunya untuk makan.
            Perlawanan warga ini merupakan bentuk penolakan paling keras terhadap upaya Balai TN Kutai melakukan penyelamatan kawasan hutan konservasi ini, termasuk memperingatkan agar mereka tidak lagi memperluas lahan dan pemukiman  di sana. Keadaannya memang sudah teramat kompleks, ketegangan yang terjadi antara petugas di lapangan dengan warga masyarakat karena putusnya komunikasi kedua belah pihak.
            Di kawasan TN Kutai, yang bermukim itu mencapai 15.000 orang. Pemukiman mereka tersebar di beberapa tempat. Bisa di bayangkan, kalau ribuan warga masuk ke hutan, apalagi pendatang juga datang dalam jumlah ratusan. Tak heran bila kawasan hutan yang mereka rambah mencapai puluhan ribu hektar.
            Kompas menyaksikan, warga yang disebut-sebut mencari kayu arang di sepanjang jalan Bontang-Sangatta, yang tampak jelas justru aktivitas perkebunan rakyat secara besar-besaran, maraknya penebangan dan pengangkutan kayu-kayu ulin, pengkaplingan lahan dan penguasaan lahan.
            Sebenarnya warga setempat dengan orang luar sudah ada saling kerja sama dalam pembagian lahan TN Kutai. Dan juga sebenarnya kita sudah tahu siapa-siapa saja yang menjadi pelaku perambahan di hutan ini. Sangatta dan Bontang dua kota penghasil “dollar”, yakni adanya PT. Kaltim Prima Coal (KPC) Perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Kaltim, perusahaan pupuk PT. Pupuk Kaltim, dan Perusahaan kilang pengolahan gas alam cair PT. Badak NGL Co., adalah magnet bagi para pencari kerja untuk terus berdatangan. Keadaan ini sudah barang tentu mendorong orang menguasai lahan di kawasan TN Kutai yang terletak di antara dua kota tersebut



0 comments:

Poskan Komentar