Kamis, 13 Agustus 2009


Jangan bersedih! Inilah kiat-kiat untuk bahagia.


Sadarilah bahwa jika Anda tidak hidup hanya dengan batasan hari ini saja, maka akan terpecahlah pikiran Anda, akan kacau semua urusan dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri Anda. Inilah makna sabda Rasulullah SAW, “Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore, dan jika sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi.”
Lupakanlah masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan.

Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih di alam ghaib. Jangan pikirkan hingga ia datang dengan sendirinya.
Jangan mudah tergoncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri Anda setara dengan kritikan tersebut.
Beriman kepada Allah, dan beramal sholeh adalah kehidupan yang baik dan bahagia.
Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan dan kesenangan maka dia harus berdzikir kepada Allah.
Hamba harus menyadari bahwa segala sesuatu berdasarkan ketentuan qadha’ dan qadar.
Jangan menunggu terimakasih dari orang lain.
Persiapkan diri Anda untuk menerima kemungkinan yang terburuk.
Kemungkinan yang terjadi itu ada baiknya untuk diri Anda.
Semua qadha’ bagi seorang muslim baik adanya.
Berpikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah.
Anda dengan semua yang ada pada diri Anda sudah lebih banyak daripada yang dimiliki orang lain.
Yakinlah, dari waktu ke waktu selalu ada jalan keluar.
Yakinlah, dengan musibah, hati akan tergerak untuk berdoa.
Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati.
Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan.
Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara yang sepele.
Sesungguhnya Rabb itu Maha Luas ampunan-Nya
Jangan marah, jangan marah, jangan marah!
Kehidupan ini tak lebih hanya sekedar roti, air dan bayangan. Maka, tak usahlah bersedih jika semua itu ada.
“Dan, di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS Adz-Dzariyat: 22)
Kebanyakan dari apa yang Anda takutkan tidak pernah terjadi.
Pada orang-orang yang tertimpa musibah itu ada suri tauladan.
Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberikan cobaan atas mereka.
Ulangilah doa-doa untuk menghapuskan bencana.
Anda harus melakukan perbuatan yang baik dan membuahkan, tinggalkanlah kekosongan.
Tinggalkanlah semua kasak-kusuk, dan jangan percaya kepada kabar burung.
Kedengkian dan keinginan Anda yang kuat untuk membalas dendam itu hanya akan membahayakan kesehatan Anda sendiri. Lebih besar daripada bahaya yang akan menimpa pihak lawan.
Semua musibah yang menimpa diri Anda adalah penghapus dosa-dosa.

0 comments:

Poskan Komentar